| UPACARA PERINGATAN HARI KARTINI DAN ISRO' MI'ROJ TAHUN 2016 |
Peringatan
Hari Kartini tahun ini menjadi momen yang sangat berbeda dari tahun-tahun
sebelumnya karena dalam satu hari diperingati bersamaan dengan acara Isro’ Mi’roj
(Mauludan). Dalam rangka menyegarkan ingatan akan
perjuangan R.A. Kartini sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur yang telah dirintisnya
kepada para generasi muda, MA Al Hikmah Langkapan menyelenggarakan
Peringatan Hari Kartini tahun 2016 dengan berbagai rangkaian kegiatan. Semua
kegiatan dalam rangka peringatan Hari Kartini dilaksanakan secara sederhana
namun khitmad, seperti Upacara Hari Kartini, Khotmil Qur’an, dan Mauludan. Berbeda
dari hari-hari biasanya, baik guru maupun siswa memakai pakaian tradisional
seperti kebaya atau pakaian jadul (jaman dulu).
Upacara
peringatan hari Kartini sendiri yang dilaksanakan hari kamis (21/4) diikuti oleh seluruh siswa
MA Al Hikmah Langkapan. Yang unik
dari pelaksanaan upacara Hari Kartini kali ini yang menjadi petugas upacara adalah
kerja sama antara siswi perempuan dan guru-guru wanita.
Dan tahun ini merupakan
pertama kalinya guru wanita menjadi petugas upacara. Tanpa latihan, tanpa gladi
resik, alhamdulillah upacara dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, pembina upacara yang bertindak adalah ibu Amin Zulaikah, S.Ag yang sehari-harinya dikenal sebagai guru mata pelajaran Akidah Akhlaq. Dalam amanatnya beliau mengungkapkan, Inti dari Hari Kartini dan
Isro’ Mi’roj adalah sama-sama memperjuangkan kehidupan dari zaman kegelapan
menuju zaman terang benderang. Pada awal peradaban manusia, pada zaman
Jahilliyah dulu, seorang perempuan dianggap tidak ada dayanya, dijadikan budak
dan diremehkan oleh kaum laki-laki, hingga pada masa Rasulullah, semua itu
dihapuskan! Seperti juga perjuangan RA Kartini, yang dikenal sebagai Putri
Indonesia dan tokoh pejuang emansipasi wanita. RA
Kartini ingin maju demi memperjuangkan hak perempuan agar mempunyai derajat
yang sama dengan kaum laki-laki. Para wanita saat itu diajari bagaimana
cara memasak, menjahit dll agar lebih mandiri. Tanpa beliau mungkin kaum
perempuan Indonesia tidak bisa seperti sekarang ini.”
Setelah
Upacara Hari Kartini selesai, dilanjutkan dengan kegiatan Khotmil Qur’an yang
dilaksanakan oleh seluruh siswa di kelas masing-masing selama kurang lebih satu
jam. Karena acara peringatan Hari Kartini ini bertepatan juga dengan momen Isro’
Mi’roj maka seluruh siswa saat itu juga membawa nasi kotak yang berisi nasi kuning
lengkap dengan lauk-pauknya. Nasi kotak tersebut dimakan bersama-sama di
sekolah dan sebagian dibagikan ke masyarakat sekitar sekolah. Walaupun hanya
nasi kotak tetapi rasanya sangat enak karena dimakan bersama dengan teman-teman
(dalam kebersamaan yang indah).
Tujuan
pelaksanaan peringatan Hari Kartini dan Isro’ Mi’roj ini yaitu melibatkan
partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat secara demokratis serta memupuk
sikap toleransi terhadap sesama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar